Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh)

Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh)
Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh)
Koridor utara Trans-Sumatra • Aceh

Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh)

Ruas tol pertama di Provinsi Aceh yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Sigli dan menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatra.

± 74,2 km total panjang
6 seksi Padang Tiji – Baitussalam
HK & Adhi Karya pengelola

Gambaran Singkat

Tol Sigli–Banda Aceh (sering disebut Sibanceh) adalah ruas jalan tol yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Sigli di Kabupaten Pidie. Tol ini menjadi ujung utara dari koridor Banda Aceh–Medan dalam jaringan Jalan Tol Trans-Sumatra dan terhubung dengan rencana tol Lhokseumawe–Sigli di sisi selatan.

Jenis: Jalan tol antarkota
Status: Beroperasi bertahap
Jalur: Banda Aceh – Aceh Besar – Pidie – Sigli
Total panjang
≈ 74,2 km
Seksi konstruksi
6 ruas utama
Investasi
± Rp 13,5 triliun*
Pengelola
PT Hutama Karya & PT Adhi Karya

Sejarah & Tahapan Pengoperasian

Perintah pembangunan (2018)
Instruksi pemerintah untuk membangun tol pertama di Aceh sebagai bagian Proyek Strategis Nasional.
Seksi 4 Indrapuri–Blang Bintang
Diresmikan 25 Agustus 2020
Menjadi ruas tol pertama yang resmi beroperasi di Provinsi Aceh.
Seksi 3 Jantho–Indrapuri
Beroperasi 26 Februari 2021
Seksi 2 Seulimeum–Jantho
Beroperasi 8 Maret 2022
Seksi 5–6 Blang Bintang–Baitussalam
Beroperasi 22 Juni 2023
Peresmian lanjutan (2024)
Beberapa seksi diresmikan kembali secara seremonial sebagai bagian koridor Trans-Sumatra.
*Angka investasi dan jadwal dapat berubah mengikuti pembaruan data resmi pengelola dan pemerintah.

Manfaat bagi Aceh & Pengguna Jalan

  • Mempercepat perjalanan Banda Aceh–Sigli dibandingkan jalur arteri, sehingga waktu tempuh lebih singkat dan lebih stabil.
  • Mendukung tol Lhokseumawe–Sigli dan Aceh–Binjai, yang akan memperkuat konektivitas Aceh dengan Sumatera Utara dan ruas Trans-Sumatra lainnya.
  • Mendorong pusat pertumbuhan baru di sepanjang koridor Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie, termasuk sektor logistik, wisata, dan kawasan industri.
  • Meningkatkan kenyamanan dan keselamatan dengan standar jalan tol, rest area, dan gerbang tol yang teratur.
  • Menjadi bagian jaringan AH25 dalam sistem Asian Highway, sehingga posisi Aceh di peta konektivitas regional semakin strategis.
This site uses cookies to offer you a better browsing experience. By browsing this website, you agree to our use of cookies.