Copywriting bukan sekadar menulis kata-kata yang terdengar menarik. Dalam pemasaran, copywriting berfungsi untuk membantu audiens memahami produk, melihat manfaat yang relevan, mengurangi keraguan, dan mendorong mereka mengambil tindakan.
Teknik copywriting yang efektif untuk meningkatkan penjualan antara lain AIDA, PAS, FAB, Before-After-Bridge, storytelling, social proof, urgency, specificity, benefit-driven copy, dan call to action yang jelas.
Namun, tidak ada satu formula copywriting yang selalu cocok untuk semua bisnis. Teknik yang digunakan perlu disesuaikan dengan produk, target audiens, tahap customer journey, serta media yang digunakan.
Artikel ini membahas 10 teknik copywriting yang dapat digunakan untuk iklan, landing page, media sosial, marketplace, email marketing, dan berbagai kebutuhan promosi lainnya.
Apa Itu Copywriting?
Copywriting adalah proses menulis pesan pemasaran yang dirancang untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu.
Tindakan tersebut dapat berupa:
- Membeli produk
- Menghubungi bisnis
- Mengisi formulir
- Mendaftar
- Mengunduh katalog
- Mengunjungi halaman produk
- Mengikuti akun
- Meminta penawaran
- Melakukan konsultasi
Copywriting dapat digunakan pada berbagai channel seperti:
Website ? Landing Page ? Instagram ? TikTok ? Marketplace ? Email ? Ads ? WhatsApp
Karena itu, copywriting sebaiknya tidak dilihat hanya sebagai “kata-kata promosi”, tetapi sebagai bagian dari strategi komunikasi pemasaran.
Mengapa Copywriting Penting untuk Penjualan?
Calon pelanggan tidak hanya membutuhkan informasi produk.
Mereka juga perlu memahami:
Apa produknya?
Masalah apa yang dapat dibantu?
Apa manfaatnya?
Mengapa harus mempertimbangkannya?
Apa yang harus dilakukan berikutnya?
Copywriting membantu menjawab pertanyaan tersebut dengan bahasa yang lebih terstruktur.
Contohnya:
Copy yang Terlalu Umum
Produk berkualitas tinggi dengan harga terbaik.
Kalimat tersebut terdengar positif, tetapi tidak memberikan alasan yang spesifik.
Copy yang Lebih Informatif
Kursi kerja dengan adjustable lumbar support yang membantu pengguna mengatur posisi sandaran sesuai kebutuhan saat bekerja dalam waktu lama.
Versi kedua memberikan informasi lebih jelas mengenai fitur dan manfaatnya.
1. AIDA: Attention, Interest, Desire, Action
AIDA merupakan salah satu formula copywriting yang paling dikenal.
Strukturnya adalah:
Attention ? Interest ? Desire ? Action
Attention
Tarik perhatian audiens melalui headline atau opening.
Contoh:
Banyak traffic tetapi penjualan website tetap rendah?
Interest
Bangun ketertarikan dengan menjelaskan masalah atau konteks.
Pengunjung mungkin sudah datang, tetapi mereka belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk mengambil tindakan.
Desire
Tunjukkan solusi atau manfaat.
Landing page yang memiliki pesan, penawaran, dan CTA yang lebih jelas dapat membantu mengarahkan pengunjung menuju tahap berikutnya.
Action
Berikan arahan tindakan.
Evaluasi kembali headline, penawaran, dan CTA pada landing page Anda.
Kapan AIDA Cocok Digunakan?
AIDA dapat digunakan untuk:
- Landing page
- Iklan
- Email marketing
- Caption
- Sales page
- Brosur
- Video script
Formula ini cocok ketika audiens perlu diarahkan dari tahap perhatian hingga tindakan.
2. PAS: Problem, Agitate, Solution
PAS menggunakan masalah sebagai titik awal komunikasi.
Strukturnya:
Problem ? Agitate ? Solution
Problem
Identifikasi masalah audiens.
Sudah rutin membuat konten, tetapi engagement dan inquiry masih rendah?
Agitate
Jelaskan dampaknya agar audiens memahami mengapa masalah tersebut perlu diperhatikan.
Jika konten hanya mengejar jumlah posting tanpa strategi yang jelas, waktu dan budget dapat terpakai tanpa memberikan dampak yang sesuai terhadap tujuan bisnis.
Solution
Tawarkan solusi yang relevan.
Mulailah dengan menentukan target audiens, content pillar, tujuan setiap konten, dan funnel yang ingin dibangun.
PAS cocok digunakan ketika audiens sudah menyadari masalah tertentu.
Untuk memahami struktur ini lebih mendalam, Anda dapat mempelajari teknik PAS Copywriting dan bagaimana pendekatan Problem–Agitate–Solution dapat diterapkan dalam komunikasi pemasaran.
3. FAB: Feature, Advantage, Benefit
Salah satu kesalahan dalam copywriting adalah terlalu fokus pada fitur.
Padahal pelanggan biasanya lebih tertarik memahami manfaat dari fitur tersebut.
FAB membantu mengubah spesifikasi menjadi pesan yang lebih relevan.
Strukturnya:
Feature ? Advantage ? Benefit
Contoh:
Feature
Baterai 5.000 mAh.
Advantage
Dapat digunakan lebih lama tanpa terlalu sering mengisi daya.
Benefit
Anda dapat beraktivitas sepanjang hari dengan lebih nyaman tanpa harus sering mencari charger.
Teknik ini sangat cocok untuk:
- Deskripsi produk
- Marketplace
- Website
- Brosur
- Sales page
- Product catalog
4. Before-After-Bridge
Before-After-Bridge atau BAB berfokus pada kondisi sebelum dan sesudah menggunakan solusi.
Strukturnya:
Before ? After ? Bridge
Before
Gambarkan kondisi saat ini.
Setiap akhir bulan Anda masih menyusun laporan penjualan secara manual dari beberapa spreadsheet.
After
Gambarkan kondisi yang diinginkan.
Bayangkan seluruh data penjualan dapat dilihat melalui dashboard yang tersusun otomatis.
Bridge
Jelaskan solusi yang menghubungkan kedua kondisi tersebut.
Sistem reporting terintegrasi dapat membantu menyederhanakan proses pengumpulan dan analisis data.
Teknik ini bekerja baik karena membantu audiens membayangkan perubahan yang lebih konkret.
5. Storytelling
Storytelling menggunakan cerita untuk menyampaikan pesan marketing.
Teknik ini tidak harus panjang.
Cerita sederhana pun dapat digunakan.
Contoh:
Awalnya sebuah toko hanya mengandalkan promo harga untuk mendapatkan pesanan. Ketika margin semakin tipis, mereka mulai memperbaiki foto produk, deskripsi, bundling, dan konten edukasi. Penjualan kemudian tidak lagi bergantung pada satu jenis promosi saja.
Storytelling dapat digunakan untuk:
- Studi kasus
- Testimoni
- Brand story
- Founder story
- Social media
- Video
- Email marketing
Mengapa Storytelling Efektif?
Cerita membantu membuat informasi lebih mudah diikuti karena audiens melihat konteks, masalah, proses, dan hasil.
Namun, cerita marketing tetap perlu relevan dengan kebutuhan pembaca.
Hindari storytelling panjang yang tidak memiliki hubungan jelas dengan produk atau pesan utama.
6. Social Proof
Social proof menggunakan pengalaman atau tindakan orang lain untuk membantu mengurangi keraguan calon pelanggan.
Contohnya:
- Rating
- Review pelanggan
- Testimoni
- Case study
- Jumlah pengguna
- Brand yang pernah bekerja sama
- Hasil proyek
- User-generated content
Contoh copy:
Telah digunakan oleh lebih dari 1.000 pelanggan.
Namun, angka atau klaim seperti ini harus benar-benar dapat dibuktikan.
Jangan menggunakan angka yang dibuat-buat hanya untuk membuat copy terlihat lebih meyakinkan.
Social Proof yang Lebih Kuat
Daripada hanya:
Banyak pelanggan puas.
Lebih baik gunakan:
“Proses order lebih mudah dan tim merespons dengan cepat.”
— Pelanggan A
Testimoni spesifik biasanya memberikan konteks yang lebih berguna.
7. Urgency dan Scarcity
Urgency mendorong audiens bertindak dalam periode tertentu.
Scarcity menekankan keterbatasan jumlah atau ketersediaan.
Contoh urgency:
Promo berlaku sampai 30 September.
Contoh scarcity:
Tersedia 10 slot konsultasi bulan ini.
Namun teknik ini harus digunakan secara jujur.
Hindari:
- Countdown palsu
- Stok palsu
- Promo yang selalu diperpanjang
- Klaim “tinggal 1” yang tidak sesuai kenyataan
Urgency yang dibuat-buat justru dapat menurunkan kepercayaan pelanggan.
8. Specificity
Copy yang spesifik biasanya lebih mudah dipahami daripada klaim yang terlalu umum.
Bandingkan:
Umum
Tingkatkan performa marketing bisnis Anda.
Lebih Spesifik
Evaluasi traffic, conversion rate, biaya per lead, dan ROAS untuk mengetahui channel marketing yang paling efektif.
Versi kedua memberikan gambaran lebih jelas mengenai apa yang akan dilakukan.
Specificity dapat diterapkan pada:
- Angka
- Fitur
- Durasi
- Proses
- Target
- Jenis layanan
- Studi kasus
Namun, hanya gunakan angka yang benar-benar didukung data.
9. Benefit-Driven Copy
Benefit-driven copy berfokus pada dampak yang relevan bagi pelanggan.
Contoh:
Feature-Oriented
Software memiliki dashboard real-time.
Benefit-Oriented
Pantau performa penjualan tanpa harus menggabungkan laporan secara manual dari beberapa sumber.
Benefit membantu audiens memahami:
“Apa manfaatnya untuk saya?”
Untuk menulis benefit yang baik, tanyakan:
Fitur ini membantu melakukan apa?
Kemudian:
Mengapa hal tersebut penting bagi pelanggan?
Contoh:
Fitur: Auto backup
Keunggulan: Data tersimpan otomatis
Benefit: Mengurangi risiko kehilangan data ketika perangkat bermasalah
10. Call to Action yang Jelas
Copy yang baik tetap membutuhkan CTA atau Call to Action.
CTA memberi tahu audiens apa yang perlu dilakukan setelah membaca.
Contoh CTA:
- Lihat Produk
- Beli Sekarang
- Minta Penawaran
- Jadwalkan Konsultasi
- Download Katalog
- Daftar Sekarang
- Hubungi Tim Kami
- Pelajari Selengkapnya
CTA yang terlalu umum seperti:
Klik di sini.
biasanya memberikan konteks lebih sedikit.
Lebih baik:
Lihat Paket Digital Marketing
atau:
Download Katalog Produk
Bagaimana Memilih Teknik Copywriting yang Tepat?
Tidak semua formula harus digunakan sekaligus.
Pilih berdasarkan kondisi audiens.
Jika Audiens Belum Menyadari Masalah
Gunakan:
- Storytelling
- Edukasi
- AIDA
Jika Audiens Sudah Mengetahui Masalah
Gunakan:
- PAS
- Before-After-Bridge
- Problem-solution
Jika Audiens Sedang Membandingkan Produk
Gunakan:
- FAB
- Benefit-driven copy
- Specificity
- Social proof
Jika Audiens Sudah Dekat dengan Keputusan Pembelian
Gunakan:
- CTA
- Social proof
- Urgency
- Guarantee jika memang tersedia
Dengan demikian, teknik copywriting mengikuti customer journey, bukan sebaliknya.
Contoh Copywriting untuk Produk
Misalnya bisnis menjual tumbler stainless steel.
Copy Biasa
Tumbler stainless steel premium dan berkualitas.
Menggunakan FAB
Menggunakan material stainless steel dengan konstruksi double wall yang membantu menjaga suhu minuman lebih lama, sehingga lebih praktis digunakan selama aktivitas harian.
Menggunakan PAS
Sering membeli kopi pagi tetapi sudah tidak hangat saat tiba di kantor?
Perubahan suhu selama perjalanan dapat membuat minuman terasa berbeda ketika akan diminum.
Gunakan tumbler double wall untuk membantu menjaga suhu minuman lebih lama selama perjalanan.
Menggunakan AIDA
Kopi pagi masih hangat saat sampai kantor.
Tumbler double wall membantu menjaga suhu minuman selama aktivitas dan perjalanan.
Cocok digunakan untuk kopi, teh, maupun minuman dingin.
Pilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Contoh Copywriting untuk Jasa
Misalnya sebuah bisnis menawarkan jasa pembuatan website.
Headline
Website bisnis terlihat profesional tetapi belum menghasilkan inquiry?
Problem
Website mungkin sudah memiliki desain menarik, tetapi informasi layanan, CTA, atau struktur halamannya belum membantu pengunjung mengambil keputusan.
Solution
Perbaiki struktur landing page, pesan utama, penawaran, CTA, dan tracking agar website lebih mendukung tujuan marketing.
CTA
Konsultasikan kebutuhan website bisnis Anda.
Struktur ini dapat menggabungkan PAS, benefit, dan CTA sekaligus.
Copywriting untuk Media Sosial
Social media membutuhkan copy yang relatif cepat dipahami.
Struktur sederhana yang dapat digunakan:
Hook ? Value ? CTA
Contoh:
Hook
Kenapa iklan Anda banyak klik tetapi sedikit closing?
Value
Salah satu penyebabnya bisa jadi bukan traffic, tetapi pesan pada landing page yang belum menjelaskan manfaat dan alasan membeli dengan cukup jelas.
CTA
Coba audit headline, benefit, social proof, dan CTA pada halaman Anda.
Copywriting untuk Landing Page
Landing page biasanya membutuhkan copy yang lebih lengkap.
Strukturnya dapat berupa:
Headline
?
Subheadline
?
Problem
?
Solution
?
Benefits
?
Social Proof
?
Offer
?
FAQ
?
CTA
Halaman tidak harus mengikuti susunan tersebut secara kaku.
Namun setiap section perlu membantu calon pelanggan bergerak menuju keputusan berikutnya.
Copywriting untuk Iklan Digital
Iklan memiliki ruang perhatian yang terbatas.
Karena itu, copy perlu menjawab tiga hal dengan cepat:
Apa yang ditawarkan?
Mengapa relevan?
Apa yang harus dilakukan?
Contoh:
Ingin mendapatkan lebih banyak inquiry dari website?
Evaluasi landing page, traffic, campaign, dan conversion funnel agar budget marketing dapat digunakan lebih terarah.
Pelajari strategi yang sesuai dengan bisnis Anda.
Kesalahan Copywriting yang Sering Terjadi
Menguasai formula saja belum cukup.
Beberapa kesalahan berikut juga perlu dihindari.
Terlalu Banyak Kata Bombastis
Contoh:
TERBAIK! TERMURAH! PALING BAGUS! NOMOR 1!
Tanpa bukti, klaim tersebut hanya menambah noise.
Gunakan informasi yang lebih konkret.
Hanya Membahas Produk
Copy sering terlalu berpusat pada perusahaan.
Contoh:
Kami berdiri sejak tahun…
Kami memiliki…
Kami menggunakan…
Informasi tersebut tetap penting, tetapi kombinasikan dengan kebutuhan pelanggan.
CTA Tidak Jelas
Setelah membaca halaman, audiens harus mengetahui langkah berikutnya.
Tidak Memahami Target Audiens
Bahasa untuk pelanggan B2B mungkin berbeda dengan konsumen remaja.
Sesuaikan:
- Istilah
- Panjang copy
- Tone
- Detail informasi
- CTA
Meniru Kompetitor
Menggunakan struktur sebagai referensi masih wajar.
Namun jangan menyalin pesan kompetitor.
Copy sebaiknya mencerminkan:
- Produk
- Target audience
- Positioning
- Brand voice
- Value proposition
bisnis Anda sendiri.
Copywriting dan Digital Marketing Tidak Bisa Dipisahkan
Copywriting merupakan salah satu bagian dari digital marketing.
Namun performa campaign tidak ditentukan oleh copy saja.
Hasil marketing juga dipengaruhi oleh:
- Audience targeting
- Creative
- SEO
- Website
- Landing page
- Advertising
- Social media
- Offer
- Customer journey
- Tracking
- Conversion optimization
Copy yang sangat bagus tidak akan memberikan hasil maksimal jika ditampilkan kepada audiens yang salah.
Sebaliknya, targeting yang tepat juga dapat gagal jika pesan promosinya tidak relevan.
Karena itu, copywriting sebaiknya menjadi bagian dari strategi marketing yang lebih luas.
Jika bisnis membutuhkan pendekatan terintegrasi untuk SEO, social media, advertising, website, content marketing, dan optimasi funnel, penggunaan Jasa Digital Marketing dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu menyusun dan menjalankan strategi secara lebih terarah.
FAQ tentang Teknik Copywriting
Apa teknik copywriting yang paling efektif?
Tidak ada satu teknik yang paling efektif untuk semua situasi. AIDA cocok untuk membangun perhatian hingga tindakan, PAS untuk masalah yang sudah dirasakan audiens, FAB untuk menjelaskan manfaat produk, dan social proof untuk membantu mengurangi keraguan.
Apa itu PAS dalam copywriting?
PAS adalah singkatan dari Problem, Agitate, dan Solution. Teknik ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah audiens, menjelaskan dampak masalah tersebut, kemudian menawarkan solusi.
Apa perbedaan AIDA dan PAS?
AIDA berfokus pada perjalanan Attention, Interest, Desire, dan Action. PAS berfokus pada Problem, Agitate, dan Solution. AIDA lebih luas untuk mengarahkan audiens melalui funnel, sedangkan PAS cocok ketika masalah audiens sudah cukup jelas.
Apakah copywriting dapat meningkatkan penjualan?
Copywriting dapat membantu meningkatkan kejelasan pesan, menjelaskan manfaat produk, mengurangi keraguan, serta mengarahkan audiens menuju tindakan. Namun hasil penjualan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti produk, harga, traffic, targeting, offer, dan customer experience.
Bagaimana membuat copywriting yang menarik?
Mulailah dengan memahami target audiens, masalah mereka, manfaat produk, serta tindakan yang diharapkan. Kemudian gunakan headline yang jelas, pesan spesifik, benefit, bukti jika tersedia, dan CTA yang relevan.
Apakah copywriting harus menggunakan formula?
Tidak. Formula berfungsi sebagai kerangka untuk membantu menyusun pesan. Copywriting tetap dapat dibuat tanpa mengikuti formula secara kaku selama pesan jelas, relevan, dan sesuai dengan tujuan komunikasi.
Teknik copywriting apa yang cocok untuk landing page?
AIDA, PAS, FAB, benefit-driven copy, social proof, specificity, dan CTA dapat digunakan secara kombinasi dalam landing page.
Apakah urgency efektif dalam copywriting?
Urgency dapat membantu mendorong keputusan ketika memang terdapat batas waktu yang nyata. Hindari membuat urgency palsu karena dapat menurunkan kepercayaan pelanggan.
Kesimpulan
Teknik copywriting dapat membantu bisnis menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan meyakinkan.
Sepuluh teknik yang dapat digunakan antara lain:
- AIDA
- PAS
- FAB
- Before-After-Bridge
- Storytelling
- Social Proof
- Urgency dan Scarcity
- Specificity
- Benefit-Driven Copy
- Call to Action
Namun, formula bukan tujuan akhir.
Copywriting yang baik tetap harus dimulai dari pemahaman terhadap target audiens, masalah, kebutuhan, produk, dan customer journey.
Gunakan teknik yang sesuai dengan konteks, hindari klaim berlebihan, dan selalu pastikan bahwa pesan yang disampaikan benar-benar relevan dengan apa yang ditawarkan bisnis.
Dengan pendekatan tersebut, copywriting tidak hanya terdengar menarik, tetapi juga membantu audiens memahami nilai produk dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.


PESAN KARTU EMONEY CUSTOM
Emoney dicetak mengunakan UV Printing BUKAN menggunakan stiker / garskin
PESAN SEKARANG